Anak Tantrum? Peluk Dia, Mom!

Allah yang baik, yang ga akan pernah meninggalkan hambaNya menemui jalan buntu tak punya jalan keluar.
.
ANAK TANTRUM? PELUK DIA, MOM!

memeluk anak yang sedang tantrum
www.fairuz.id


Kalo lagi sebel pengen marah peluk saja anak kita. Sambil kita berempati dan bermuhasabah diri. Anak rewel bisa jadi saya kurang perhatian. Anak bertengkar rebutan mainan bisa jadi saya abai.
.
Peluk peluk peluk. Jangan tinggalkan bekas luka : bentak, cubit, marah. Jangan 😭😭
.
Terus mendekat padaNya, bacakan kitabNya pada anak kita, dekatkan dan dengarkan anak anak pada AlQuran. Bimbing kami Ya Allah.
.
.
END. Closing Statement.


Materi “Tantrum pada Anak, Apa Solusinya?”
Oleh Alvika Hening Perwita, M.I.Kom ~ pegiat parenting, pernah menjadi Kontributor Buku Homemade Healthy Baby Food (buku recommended tentang MPASI), sekaligus Owner dan Konsultan kidsbook edutoys di Instagram @fairuzedustore
Disampaikan pada #bcaug17xfairuzbookstore

Solusi Positif Mengalihkan Tantrum Anak

Parenting itu bukan hal yang instant. Butuh usaha yang konsisten untuk melatih kebiasaan baik dan meninggalkan kenangan indah.

Seperti menyusun puzzle. Kadang kita frustrasi saat belum bisa menemukan pecahannya, namun tiba-tiba bisa sangat bahagia saat berhasil menyusun kepingan-kepingan yang tadinya acak. Disini kesabaran dan kasih sayang diperlukan. Banyak hal bisa kita lakukan. Dengan mendongeng, mengajak bermain, mendengarkan celoteh mereka, selalu berusaha dekat dengan anak, dan masih banyak cara positif lainnya. Apalagi era millenial ini kita didukung beragam sarana atau permainan yang bisa membantu semakin mempererat BONDING orang tua dan anak. Mommy bisa mencoba mengenalkan anak pada Mainan Edukasi yang asik nan seru. Sehingga bisa menjadi salah satu solusi positif dalam mengalihkan tantrum anak.

Tidak ketinggalan, kenalkan pula anak dengan keindahan, kedamaian, ketenangan; bukan dengan kekerasan maupun kegaduhan. Imbangi juga dengan sering menceritakan tentang kisah-kisah teladan yang baik, bisa dari kisah Nabi, Rasul, Sahabat Nabi, ataupun Tokoh Terkenal yang menginspirasi. Menasehati anak lebih mudah loh Mom dengan mendongengkan kisah seperti ini. Kenapa dongeng itu ampuh untuk menasehati anak? Karena terkesan tidak menggurui namun bisa didapat hikmahnya.

Tenang, banyak jalan kok Mom untuk melatih kebiasaan baik pada anak. Asalkan kita sebagai orang tuanya selalu memberikan stimulus yang baik. Dan stimulus itu bisa didapat dari Mainan Edukasi yang beberapa diantaranya tersedia di www.fairuz.id

Ok Mommy, tetap semangat menjadi orang tua pembelajar yang selalu OPEN MINDED ya. Allah bersama kita.

menjadi orang tua pembelajar
www.fairuz.id

to be continued…

Materi “Tantrum pada Anak, Apa Solusinya?”
Oleh Alvika Hening Perwita, M.I.Kom ~ pegiat parenting, pernah menjadi Kontributor Buku Homemade Healthy Baby Food (buku recommended tentang MPASI), sekaligus Owner dan Konsultan kidsbook edutoys di Instagram @fairuzedustore
Disampaikan pada #bcaug17xfairuzbookstore

Mengelola Emosi Orang Tua Saat Anak Tantrum

Membicarakan tantrum akan lebih komprehensif saat kita melihat dari dua sisi. Sisi anak dan sisi orangtua.

Dari sisi anak, kita harus pahami apa sih kebutuhan anak ini yang belum kita penuhi sehingga membuat ia meluapkan emosinya. Perlu digaris bawahi juga, bahwa memenuhi kebutuhan anak bukan berarti selalu memanjakan, apa yang ia minta selalu kita beri. Tidak juga. Perlu kita tarik ulur, membahayakan ga ya, apakah bermanfaat atau justru merugikan.

Dari sisi orang tua, kita harus benar-benar siap menjadi orang tua. Kalau belum siap? Ya wajib harus selalu meng-upgrade diri. Salah satu yang perlu orang tua upgrade adalah “BELAJAR” sabar yang banyak.

belajar sabar menjadi orang tua
www.fairuz.id

Butuh usaha keras dan latihan panjang untuk bisa menjadi orang tua yang bijak dalam mengelola emosi. Minimal diawal orang tua harus memiliki kesadaran penuh tentang hal ini sambil bertekad untuk mengubah pola didik kita.

Orangtua yang lebih dewasa dari anak sebaiknya TIDAK IKUTAN TANTRUM juga saat ANAK TANTRUM. Tetap berusaha meredam emosi dan amarah meski kita sendiri juga sedang capek saat mengasuh anak.

to be continued…

Materi “Tantrum pada Anak, Apa Solusinya?”
Oleh Alvika Hening Perwita, M.I.Kom ~ pegiat parenting, pernah menjadi Kontributor Buku Homemade Healthy Baby Food (buku recommended tentang MPASI), sekaligus Owner dan Konsultan kidsbook edutoys di Instagram @fairuzedustore
Disampaikan pada #bcaug17xfairuzbookstore

Cara Efektif Mengatasi Tantrum

Balita tantrum? Berteriak, berguling, atau menangis tiada henti? Bisa dicoba dengan membiasakan membuat kesepakatan. Percaya ga Mom kalau Balita itu pandai bernegosiasi seperti seorang diplomat sejati?

Saat balita sudah mulai bisa bicara, kemampuan berceritanya tentu kian meningkat. Potensi ini bisa orang tua manfaatkan untuk mengasah skill negosiasi. Mengapa? Dengan kita melakukan negosiasi ini, tentu akan lebih mudah mengendalikan tantrumnya. Karena komunikasi sudah berjalan dua arah.

Namun terkadang saat kemampuan bicaranya kian meningkat, balita menjadi banyak juga keinginannya alias banyak mau. Ingin ini, ingin itu. Bahkan episode tantrum ini ada yang dibarengi dengan kelakuan fisik, entah memukul, menendang, atau bahkan menyakiti diri sendiri. Kembali ke senjata awal Mommy : PELUK ANAK

Tenangkan balita yang sedang tantrum sambil diusap, diajak bicara pelan. Misal, “Kakak, kalo nendang begitu sakit loh, coba anteng sebentar Ayah ajak lihat ikan yuk.” Disini peran Ayah penting sekali saat anak sudah mulai tantrum dengan mengandalkan fisik, karena pelukan Ayah biasanya lebih kuat untuk mengendalikan.

Saat menenangkan tantrum balita, jangan kita sebagai orang tua malah ikutan tinggi nada bicaranya ya Mom. Catat ini. Orang tua tidak perlu emosi. Karena emosi anak tantrum harus dilawan dengan SABAR.
.
Tantrum untuk usia toddler seperti ini perlu kita “alihkan” juga Mom. Alihkan dalam arti kata POSITIF dan LOGIS, bukan dalam rangka untuk membohongi. Misal : kalo kakak nangis terus, nanti ditangkap polisi loh. Kasihan sekali anaknya, sudah dibohongi, ga logis pula ya. Mengalihkan tantrum ini diperlukan untuk menenangkan anak.

Saat tantrum, anak juga tidak perlu dinasehati dahulu, karena anak kondisi emosinya masih belum stabil. Nanti ya Mom ada waktunya saat anak tenang bisa dinasehati. Biasanya sewaktu BED TIME mereka lebih tenang, sehingga bisa kita beri afirmasi positif, bahwa perilakunya menendang tadi kurang baik.
.
Selanjutnya tentang solusi tantrum yang perlu menjadi catatan, walau anak masih kecil, jangan pernah anggap anak itu tidak mengerti apa apa. Pada dasarnya semua anak cerdas, asalkan kita memberi stimulus yang tepat dan benar. Sedari awal harus tegas. Tegas dengan kasih sayang. Misalnya :
.
👶Kalo waktunya makan ga sambil nonton TV.
👧Atau kalo belum makan nasi dan lauk ga bisa makan jajan seperti es krim.
👦Dan yang paling viral jaman now, kalo ke minimart dan udah deket kasir enggak perlu meraung-raung minta “coklat hits” (pasti bisa nebak kan Mom?).

Balita memang perlu dibiasakan dengan aturan. Karena kalau aturan dasar begini mereka terbiasa, maka akan lebih mudah untuk menaklukkan tantrum tadi. Aturan seperti ini bukan untuk melarang balita tetapi mengajarkan KESEPAKATAN sekaligus mengarahkan our little sweet toddler.

membuat kesepakatan dengan balita
www.fairuz.id

Peran orang tua untuk mengatasi tantrum sangat berhubungan erat dengan saat mengajarkan kesepakatan pada anak. Dan juga, skill negosiasi memang harus dilatih pada balita. Ini merupakan kemampuan penting untuk dikuasai anak, kelak saat mereka dewasa.

Tantrum berkaitan erat dengan pilihan dan konsekuensi. Di masa depan, balita akan menghadapi keduanya. Karena hidup selalu penuh dengan PILIHAN sepaket dengan KONSEKUENSInya. Setuju Mom?

to be continued…

Materi “Tantrum pada Anak, Apa Solusinya?”
Oleh Alvika Hening Perwita, M.I.Kom ~ pegiat parenting, pernah menjadi Kontributor Buku Homemade Healthy Baby Food (buku recommended tentang MPASI), sekaligus Owner dan Konsultan kidsbook edutoys di Instagram @fairuzedustore
Disampaikan pada #bcaug17xfairuzbookstore

Ciptakan Bonding dengan Anak untuk Mengatasi Tantrum

Sejak awal dianugerahi baby, kita berperan sebagai LONG LIFE LEARNER PARENTS. Jadi orang tua pembelajar seumur hidup.
.
Tantrum pada anak, APA SOLUSINYA? Saya BOLD ya Mom, disini kita fokus SOLUSI. Tantrum ini beda usia tentu beda solusi. Beda ya cara kita bicara dengan bayi dan saat kita bicara dengan anak usia 3 tahun. Semakin banyak bicara dengan anak, BONDING/IKATAN yang kita ciptakan ke anak pastinya makin kuat. Maka ketika bonding kita dengan anak kuat, tantrum bisa lebih mudah kita taklukkan.

ciptakan bonding atau ikatan yang kuat antara orang tua dan anak
www.fairuz.id

Bagaimana sih cara menciptakan bonding yang kuat itu?

Sedari bayi biasakan ngobrol dengan anak. Bahkan disarankan sejak dalam kandungan. Memang terkesan seperti aneh ya bicara sendiri, tapi percaya Mom ini manfaatnya besar banget. Kalo anak tantrum yang sedang tidak terkendali itu, ga pernah kita ajak bicara, ga mungkin akan selesai problem tantrumnya. Maka KUNCI KENDALI ada di kita orangtuanya.

Anak masih bayi sering nangis, bayi belum bisa mengungkapkan apa keinginannya. Dan kita ga tau pula apa maunya. Kalau sudah begini ya ajak lah bercerita. “Adek kenapa sayang nangis terus? Haus ya, laper ya, popoknya ga nyaman ya?” Tanyain aja terus sampai kita capek sendiri, hehehe. Jangan lupa sambil digendong, dipeluk Mom. Ada yg bilang banyak digendong nanti bau tangan. Ah mitos itu. Justru sering digendong bonding kita ke anak makin kuat.

to be continued…

Materi “Tantrum pada Anak, Apa Solusinya?”
Oleh Alvika Hening Perwita, M.I.Kom ~ pegiat parenting, pernah menjadi Kontributor Buku Homemade Healthy Baby Food (buku recommended tentang MPASI), sekaligus Owner dan Konsultan kidsbook edutoys di Instagram @fairuzedustore
Disampaikan pada #bcaug17xfairuzbookstore

Mengapa Terjadi Tantrum Pada Anak?

Hi para Mommy Milenial… Sering kan mendengar tentang “Tantrum Pada Anak”. Tantrum ini ledakan emosi, biasanya terjadi pada anak dan biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, mengomel dan berbagai cara anak untuk memberontak melakukan perlawanan.

Bahkan, ada anak yang merasa kesal pada sekitar, atau tidak mendapat hal yang diinginkannya lalu melakukan hal-hal agresif seperti berteriak, melempar, merusak barang, berguling, dan memukul. Inilah yang disebut tantrum.

Mengapa terjadi tantrum pada anak?
Gambar oleh Mandira Dian Semesta dari produk papan permainan edukasi SabaQu
Diedit oleh www.fairuz.id

Tentu tantrum ini mengganggu bila terjadi di tempat umum, apalagi bila anak sampai menangis, menjerit, dan melempar barang… Nah, kita cari yuk Mom, apa sih penyebabnya?

👶

Aku Frustrasi – ini karena si kecil belum bisa melakukan sesuatu, lalu muncul rasa frustrasi yang dikeluarkan dengan emosi yang berlebih…

👶

Aku Mau Barang Itu – si kecil pasti sudah punya keinginan untuk memiliki mainan yg ia sukai…

👶

Aku Tidak Mau Melakukan Itu – si kecil sudah tahu apa yg dia mau dan tidak mau, suka dan tidak suka…

👶

Perhatikan Aku – adalah bentuk “protes” anak kepada orangtua, sebenarnya emosi tersebut hanya karena anak ingin diperhatikan oleh orangtuanya…

Anak memang sedang mencoba belajar mengenali dan mengendalikan emosinya. Kadang berhasil kadang juga tidak. Alhasil, tak jarang mereka lepas kendali tak kenal tempat dan tak kenal waktu. Kalau sudah tau penyebabnya, lalu harus bagaimana ya kita sebagai orang tua menyikapi hal tersebut?

Simak pemaparan resume kuliah online parenting ini di postingan-postingan kategori “Parenting bersama Fairuz” selanjutnya.

*Materi “Tantrum Pada Anak, Apa Solusinya?” pernah disampaikan oleh Alvika Hening Perwita, M.I.Kom di acara komunitas parenting online pada Bulan November 2018.

*Alvika Hening Perwita, M.I.Kom adalah seorang family education enthusiast dan pemilik online edu store di Instagram @fairuzedustore.