Persahabatan Islam dengan Budaya Jepang

Menjadi muslim di negeri minoritas, menjadikan diri harus berupaya menjaga iman, salah satunya dengan berkumpul bersama orang Soleh. Seperti sebuah syair TOMBO ATI yang sangat terkenal :

Tombo ati iku limo perkarane.

Kaping pisan moco Qur’an lan maknane.

Kaping pindo sholat wengi lakonono.

Kaping telu wong kang sholeh kumpulono.

Kaping papat kudu weteng ingkang luwe.

Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe.”

Bulan November 2019 lalu, saya berkesempatan berkumpul dengan Komunitas Muslim Fukuoka untuk mengkaji bersama, dengan tema tentang “persahabatan Islam dengan budaya Jepang”. Apa kiranya, irisan dari keduanya, mampukah dua hal berbeda ini bersatu?

Salah satu narasumber adalah Ibu Hanik, yang sudah puluhan tahun tinggal di Jepang. Ada beberapa hal yang bisa saya bagi disini.

Bahwa setiap diri kita ini sejatinya adalah “Nahnu Du’at Qobla Kulli Syai'”. Sebuah ungkapan, yang mencerminkan posisi kita, sebagai pengemban/penerus risalah Rasulullah SAW. “Kita (adalah) da’i, sebelum apapun.” Ya! benar, sebelum menjadi apapun kita adalah da’i. Kita pelajar, juga da’i. Mau jadi mahasiswa, jadi da’i juga. Mau kerja, ya jadi da’i di tempat kerja. Di organisasi, ya kita pun berda’wah pula di dalamnya. Bisa dikatakan, hidup kita memang tak terpisahkan untuk terus berda’wah. Dimanapun kita, saat kapanpun, dan dalam kondisi apapun. Termasuk saat Allah takdirkan untuk hidup di negara Jepang yang memang minoritas muslim ini.

Lalu kita harus berbuat apa? Secara budaya, juga kebiasaan sudah pasti muslim berbeda dengan masyarakat Jepang. Kalau kata Ibu Hanik, “Yuk bersahabat dan beramal dengan budaya Jepang tapi tetap dalam koridor dan bingkai Islam.” Apalagi kita sebagai seorang muslim, sebenarnya terbantu dengan adanya titik temu antara islam dan budaya Jepang. Apa sajakah itu?

Pertama, Allah perintahkan kita untuk tidak boros :

“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Surat Al-Isra Ayat 27)

Jika diperhatikan, masyarakat Jepang memang bisa dipastikan anti membuang makanan. Mereka ada program diskon menjelang tutup toko untuk bahan mentah seperti seafood, biasanya dimulai sekitar jam 17.00. Dengan harapan semua stok di toko bisa ludes tak bersisa. Untuk anak yang usia lebih kecil, karakter ini juga diajarkan. Saya ada cerita disini.

Kedua, nabi kita Muhammad SAW memberi teladan untuk menjaga hak orang lain juga pandai menahan diri :

“Seorang mukmin yang sempurna yaitu manusia yang merasa aman darah mereka dan harta mereka dari gangguannya.” (HR Tirmidzi dan AnNasai)

Barangkali sudah pernah mendengar, bahwa barang apapun yang tertinggal di kereta-kereta Jepang, tidak akan ada orang yang mengambilnya, malah terkadang barang tersebut masih bisa ditemukan oleh si pemilik di tempat yang sama. Atau bisa kita perhatikan sepeda yang berjejer di parkiran atau halaman rumah orang Jepang tanpa dikunci dan aman-aman saja di tempat itu.

parkiran sepeda di Jepang

Ketiga, Allah perintahkan umatNya untuk membaca/”Iqro‘!” :

“Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang paling Pemurah. Yang mengajar manusia dengan pena. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya.” (Surat Al-‘Alaq Ayat 1-5)

Kisah yang pernah saya tuliskan di FaceBook ini barangkali bisa menjadi gambaran bagaimana budaya gemar membaca di negeri sakura. Bahkan sudah ditanamkan kebiasaan ini pada anak Jepang di usia dini.

Sudah dijabarkan tiga titik temu yang membantu kita sebagai muslim hidup berdampingan dengan budaya Jepang. Mirip bukan dengan ajaran agama kita? Tentu sebagai seorang muslim kita harus pandai membawa diri, belajar menjadi muslim yang cerdas secara intelektual maupun sosial, bekali diri dengan banyak membaca tentang ajaran islam maupun budaya Jepang. Dan yang tidak kalah penting, jadilah ambassador Islam yang mengamalkan ajaran Islam. “Let’s show Islam, talk less about Islam, do the best, and let Allah do the rest.” Semoga Allah senantiasa selalu melindungi dan menjaga keimanan kita dimanapun kita berada, baik yang sedang tinggal di negeri muslim mayoritas maupun yang sedang mengemban amanah di negeri muslim minoritas. Aamiin.

Salam dari saya,

Alvika Hening Perwita

Ramadhan di Jepang

“Teriknya Sengatan Matahari Jepang di Akhir Ramadhan”

oleh Alvika Hening Perwita

dibuat 29 Mei 2019

untuk keperluan kirim artikel ke detikcom, kerjasama dengan PPI dunia (Perhimpunan Pelajar Indonesia), sumber informasi : PPI Jepang

artikel ini sudah tayang di detikcom ini dan detikcom ini

Tantangan Ramadhan di negeri Sakura yang pertama lebih ke durasi puasa. Di akhir musim semi ini, matahari di Jepang tenggelam sekitar pukul 19.00 sehingga seringnya merasa jetlag dengan lama waktu puasa. Jika di Indonesia terbiasa berbuka pukul 18.00 maka di tanah rantau ini harus bersabar dulu kurang lebih satu jam.

Sengatan matahari di akhir musim semi dan mendekati summer session ini juga cukup membuat ubun-ubun nyut-nyutan. Walau suhu masih berkisar 30 derajat, namun rasa panasnya lebih terasa nyelekit di kulit. Terlebih di minggu keempat Bulan Mei, sekolah-sekolah di Jepang sedang menggelar acara tahunan yang dikenal dengan istilah undokai.

undokai (festival olahraga anak sekolah di Jepang)

Undokai atau semacam festival olahraga digelar di setiap TK, SD, SMP, dan SMA. Dalam undokai ini, peran orang tua harus menemani dan menyemangati sang anak saat berkolaborasi dengan teman-temannya. Bisa terbanyangkan, menjalani Ramadhan bersamaan dengan kegiatan lari, menari, dan semacamnya di tengah lapangan yang terik?

undokai, bukan kemenangan yang dicari tapi mengasah kerjasama kelompok

Dalam undokai juga ada sesi makan bento bersama di saat jam istirahat. Melihat kawan-kawan lahap memakan  bento, tentu juga menjadi ujian kesabaran selanjutnya.

Walaupun lama waktu puasa juga cuaca terkadang menjadi tantangan tersendiri, maka semangat Ramadhan ini perlu dibakar kembali dengan mencari komunitas sesama muslim. Di Prefektur  Fukuoka tempat kami tinggal, ada Al Nour Islamic Culture Center. Letaknya cukup strategis, sekitar 300m dari stasiun kereta terdekat, yaitu Stasiun Hakozaki.

masjid di Fukuoka Jepang

Masjid yang didirikan di tahun 2009 ini terdapat 4 lantai. Lantai basement untuk dapur dan aula jamaah laki-laki. Lantai satu untuk solat jamaah laki-laki. Lantai dua untuk solat jamaah perempuan. Dan lantai empat untuk dapur dan aula jamaah perempuan.


Al Nour Islamic Culture Center, masjid di Fukuoka diresmikan tahun 2009
lantai dua masjid Fukuoka

Masjid juga menjadi sarana untuk bernostalgia kuliner negara asal. Dalam sajian ifthar biasanya mewakili makanan khas dari suatu negara. Namun jangan harapkan berbuka dengan menu lengkap yang khas seperti di Indonesia. Keterbatasan tinggal di tanah rantau, menjadikan diri tetap semangat mencari solusi. Jangan mengharapkan sesuatu yang tak pernah ada, namun selalu syukuri apa yang ada di depan mata.

Di lingkungan masjid ini bisa ditemukan komunitas muslim dari beberapa negara di Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Tengah, Eropa Timur, juga Afrika Utara. Komunitas ini bersatu, bekerjasama, bergantian menghidupkan masjid dengan melaksanakan Ifthar juga solat taraweh. Tidak hanya masyarakat muslim saja, non muslim bahkan warga Jepang yang tertarik dengan islam dapat juga bergabung.

Bahkan masjid ini bisa lho berdampingan dengan tempat kremasi hewan yang bagi masyarakat Jepang dianggap tempat yang sakral. Masjid ini letaknya tepat berhadapan dengan kremasi hewan yang sering dijaga oleh polisi. Indahnya Islam. Indahnya Ramadhan.

* Oleh : Alvika Hening Perwita, tinggal di Jepang, dalam rangka mensupport suami yang sedang studi lanjut di Kyushu University dan juga anggota PPI Fukuoka

Anak Tantrum? Peluk Dia, Mom!

Allah yang baik, yang ga akan pernah meninggalkan hambaNya menemui jalan buntu tak punya jalan keluar.
.
ANAK TANTRUM? PELUK DIA, MOM!

memeluk anak yang sedang tantrum
www.fairuz.id


Kalo lagi sebel pengen marah peluk saja anak kita. Sambil kita berempati dan bermuhasabah diri. Anak rewel bisa jadi saya kurang perhatian. Anak bertengkar rebutan mainan bisa jadi saya abai.
.
Peluk peluk peluk. Jangan tinggalkan bekas luka : bentak, cubit, marah. Jangan 😭😭
.
Terus mendekat padaNya, bacakan kitabNya pada anak kita, dekatkan dan dengarkan anak anak pada AlQuran. Bimbing kami Ya Allah.
.
.
END. Closing Statement.


Materi “Tantrum pada Anak, Apa Solusinya?”
Oleh Alvika Hening Perwita, M.I.Kom ~ pegiat parenting, pernah menjadi Kontributor Buku Homemade Healthy Baby Food (buku recommended tentang MPASI), sekaligus Owner dan Konsultan kidsbook edutoys di Instagram @fairuzedustore
Disampaikan pada #bcaug17xfairuzbookstore

Solusi Positif Mengalihkan Tantrum Anak

Parenting itu bukan hal yang instant. Butuh usaha yang konsisten untuk melatih kebiasaan baik dan meninggalkan kenangan indah.

Seperti menyusun puzzle. Kadang kita frustrasi saat belum bisa menemukan pecahannya, namun tiba-tiba bisa sangat bahagia saat berhasil menyusun kepingan-kepingan yang tadinya acak. Disini kesabaran dan kasih sayang diperlukan. Banyak hal bisa kita lakukan. Dengan mendongeng, mengajak bermain, mendengarkan celoteh mereka, selalu berusaha dekat dengan anak, dan masih banyak cara positif lainnya. Apalagi era millenial ini kita didukung beragam sarana atau permainan yang bisa membantu semakin mempererat BONDING orang tua dan anak. Mommy bisa mencoba mengenalkan anak pada Mainan Edukasi yang asik nan seru. Sehingga bisa menjadi salah satu solusi positif dalam mengalihkan tantrum anak.

Tidak ketinggalan, kenalkan pula anak dengan keindahan, kedamaian, ketenangan; bukan dengan kekerasan maupun kegaduhan. Imbangi juga dengan sering menceritakan tentang kisah-kisah teladan yang baik, bisa dari kisah Nabi, Rasul, Sahabat Nabi, ataupun Tokoh Terkenal yang menginspirasi. Menasehati anak lebih mudah loh Mom dengan mendongengkan kisah seperti ini. Kenapa dongeng itu ampuh untuk menasehati anak? Karena terkesan tidak menggurui namun bisa didapat hikmahnya.

Tenang, banyak jalan kok Mom untuk melatih kebiasaan baik pada anak. Asalkan kita sebagai orang tuanya selalu memberikan stimulus yang baik. Dan stimulus itu bisa didapat dari Mainan Edukasi yang beberapa diantaranya tersedia di www.fairuz.id

Ok Mommy, tetap semangat menjadi orang tua pembelajar yang selalu OPEN MINDED ya. Allah bersama kita.

menjadi orang tua pembelajar
www.fairuz.id

to be continued…

Materi “Tantrum pada Anak, Apa Solusinya?”
Oleh Alvika Hening Perwita, M.I.Kom ~ pegiat parenting, pernah menjadi Kontributor Buku Homemade Healthy Baby Food (buku recommended tentang MPASI), sekaligus Owner dan Konsultan kidsbook edutoys di Instagram @fairuzedustore
Disampaikan pada #bcaug17xfairuzbookstore

Mengelola Emosi Orang Tua Saat Anak Tantrum

Membicarakan tantrum akan lebih komprehensif saat kita melihat dari dua sisi. Sisi anak dan sisi orangtua.

Dari sisi anak, kita harus pahami apa sih kebutuhan anak ini yang belum kita penuhi sehingga membuat ia meluapkan emosinya. Perlu digaris bawahi juga, bahwa memenuhi kebutuhan anak bukan berarti selalu memanjakan, apa yang ia minta selalu kita beri. Tidak juga. Perlu kita tarik ulur, membahayakan ga ya, apakah bermanfaat atau justru merugikan.

Dari sisi orang tua, kita harus benar-benar siap menjadi orang tua. Kalau belum siap? Ya wajib harus selalu meng-upgrade diri. Salah satu yang perlu orang tua upgrade adalah “BELAJAR” sabar yang banyak.

belajar sabar menjadi orang tua
www.fairuz.id

Butuh usaha keras dan latihan panjang untuk bisa menjadi orang tua yang bijak dalam mengelola emosi. Minimal diawal orang tua harus memiliki kesadaran penuh tentang hal ini sambil bertekad untuk mengubah pola didik kita.

Orangtua yang lebih dewasa dari anak sebaiknya TIDAK IKUTAN TANTRUM juga saat ANAK TANTRUM. Tetap berusaha meredam emosi dan amarah meski kita sendiri juga sedang capek saat mengasuh anak.

to be continued…

Materi “Tantrum pada Anak, Apa Solusinya?”
Oleh Alvika Hening Perwita, M.I.Kom ~ pegiat parenting, pernah menjadi Kontributor Buku Homemade Healthy Baby Food (buku recommended tentang MPASI), sekaligus Owner dan Konsultan kidsbook edutoys di Instagram @fairuzedustore
Disampaikan pada #bcaug17xfairuzbookstore

Cara Efektif Mengatasi Tantrum

Balita tantrum? Berteriak, berguling, atau menangis tiada henti? Bisa dicoba dengan membiasakan membuat kesepakatan. Percaya ga Mom kalau Balita itu pandai bernegosiasi seperti seorang diplomat sejati?

Saat balita sudah mulai bisa bicara, kemampuan berceritanya tentu kian meningkat. Potensi ini bisa orang tua manfaatkan untuk mengasah skill negosiasi. Mengapa? Dengan kita melakukan negosiasi ini, tentu akan lebih mudah mengendalikan tantrumnya. Karena komunikasi sudah berjalan dua arah.

Namun terkadang saat kemampuan bicaranya kian meningkat, balita menjadi banyak juga keinginannya alias banyak mau. Ingin ini, ingin itu. Bahkan episode tantrum ini ada yang dibarengi dengan kelakuan fisik, entah memukul, menendang, atau bahkan menyakiti diri sendiri. Kembali ke senjata awal Mommy : PELUK ANAK

Tenangkan balita yang sedang tantrum sambil diusap, diajak bicara pelan. Misal, “Kakak, kalo nendang begitu sakit loh, coba anteng sebentar Ayah ajak lihat ikan yuk.” Disini peran Ayah penting sekali saat anak sudah mulai tantrum dengan mengandalkan fisik, karena pelukan Ayah biasanya lebih kuat untuk mengendalikan.

Saat menenangkan tantrum balita, jangan kita sebagai orang tua malah ikutan tinggi nada bicaranya ya Mom. Catat ini. Orang tua tidak perlu emosi. Karena emosi anak tantrum harus dilawan dengan SABAR.
.
Tantrum untuk usia toddler seperti ini perlu kita “alihkan” juga Mom. Alihkan dalam arti kata POSITIF dan LOGIS, bukan dalam rangka untuk membohongi. Misal : kalo kakak nangis terus, nanti ditangkap polisi loh. Kasihan sekali anaknya, sudah dibohongi, ga logis pula ya. Mengalihkan tantrum ini diperlukan untuk menenangkan anak.

Saat tantrum, anak juga tidak perlu dinasehati dahulu, karena anak kondisi emosinya masih belum stabil. Nanti ya Mom ada waktunya saat anak tenang bisa dinasehati. Biasanya sewaktu BED TIME mereka lebih tenang, sehingga bisa kita beri afirmasi positif, bahwa perilakunya menendang tadi kurang baik.
.
Selanjutnya tentang solusi tantrum yang perlu menjadi catatan, walau anak masih kecil, jangan pernah anggap anak itu tidak mengerti apa apa. Pada dasarnya semua anak cerdas, asalkan kita memberi stimulus yang tepat dan benar. Sedari awal harus tegas. Tegas dengan kasih sayang. Misalnya :
.
👶Kalo waktunya makan ga sambil nonton TV.
👧Atau kalo belum makan nasi dan lauk ga bisa makan jajan seperti es krim.
👦Dan yang paling viral jaman now, kalo ke minimart dan udah deket kasir enggak perlu meraung-raung minta “coklat hits” (pasti bisa nebak kan Mom?).

Balita memang perlu dibiasakan dengan aturan. Karena kalau aturan dasar begini mereka terbiasa, maka akan lebih mudah untuk menaklukkan tantrum tadi. Aturan seperti ini bukan untuk melarang balita tetapi mengajarkan KESEPAKATAN sekaligus mengarahkan our little sweet toddler.

membuat kesepakatan dengan balita
www.fairuz.id

Peran orang tua untuk mengatasi tantrum sangat berhubungan erat dengan saat mengajarkan kesepakatan pada anak. Dan juga, skill negosiasi memang harus dilatih pada balita. Ini merupakan kemampuan penting untuk dikuasai anak, kelak saat mereka dewasa.

Tantrum berkaitan erat dengan pilihan dan konsekuensi. Di masa depan, balita akan menghadapi keduanya. Karena hidup selalu penuh dengan PILIHAN sepaket dengan KONSEKUENSInya. Setuju Mom?

to be continued…

Materi “Tantrum pada Anak, Apa Solusinya?”
Oleh Alvika Hening Perwita, M.I.Kom ~ pegiat parenting, pernah menjadi Kontributor Buku Homemade Healthy Baby Food (buku recommended tentang MPASI), sekaligus Owner dan Konsultan kidsbook edutoys di Instagram @fairuzedustore
Disampaikan pada #bcaug17xfairuzbookstore

Ciptakan Bonding dengan Anak untuk Mengatasi Tantrum

Sejak awal dianugerahi baby, kita berperan sebagai LONG LIFE LEARNER PARENTS. Jadi orang tua pembelajar seumur hidup.
.
Tantrum pada anak, APA SOLUSINYA? Saya BOLD ya Mom, disini kita fokus SOLUSI. Tantrum ini beda usia tentu beda solusi. Beda ya cara kita bicara dengan bayi dan saat kita bicara dengan anak usia 3 tahun. Semakin banyak bicara dengan anak, BONDING/IKATAN yang kita ciptakan ke anak pastinya makin kuat. Maka ketika bonding kita dengan anak kuat, tantrum bisa lebih mudah kita taklukkan.

ciptakan bonding atau ikatan yang kuat antara orang tua dan anak
www.fairuz.id

Bagaimana sih cara menciptakan bonding yang kuat itu?

Sedari bayi biasakan ngobrol dengan anak. Bahkan disarankan sejak dalam kandungan. Memang terkesan seperti aneh ya bicara sendiri, tapi percaya Mom ini manfaatnya besar banget. Kalo anak tantrum yang sedang tidak terkendali itu, ga pernah kita ajak bicara, ga mungkin akan selesai problem tantrumnya. Maka KUNCI KENDALI ada di kita orangtuanya.

Anak masih bayi sering nangis, bayi belum bisa mengungkapkan apa keinginannya. Dan kita ga tau pula apa maunya. Kalau sudah begini ya ajak lah bercerita. “Adek kenapa sayang nangis terus? Haus ya, laper ya, popoknya ga nyaman ya?” Tanyain aja terus sampai kita capek sendiri, hehehe. Jangan lupa sambil digendong, dipeluk Mom. Ada yg bilang banyak digendong nanti bau tangan. Ah mitos itu. Justru sering digendong bonding kita ke anak makin kuat.

to be continued…

Materi “Tantrum pada Anak, Apa Solusinya?”
Oleh Alvika Hening Perwita, M.I.Kom ~ pegiat parenting, pernah menjadi Kontributor Buku Homemade Healthy Baby Food (buku recommended tentang MPASI), sekaligus Owner dan Konsultan kidsbook edutoys di Instagram @fairuzedustore
Disampaikan pada #bcaug17xfairuzbookstore

Mengapa Terjadi Tantrum Pada Anak?

Hi para Mommy Milenial… Sering kan mendengar tentang “Tantrum Pada Anak”. Tantrum ini ledakan emosi, biasanya terjadi pada anak dan biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, mengomel dan berbagai cara anak untuk memberontak melakukan perlawanan.

Bahkan, ada anak yang merasa kesal pada sekitar, atau tidak mendapat hal yang diinginkannya lalu melakukan hal-hal agresif seperti berteriak, melempar, merusak barang, berguling, dan memukul. Inilah yang disebut tantrum.

Mengapa terjadi tantrum pada anak?
Gambar oleh Mandira Dian Semesta dari produk papan permainan edukasi SabaQu
Diedit oleh www.fairuz.id

Tentu tantrum ini mengganggu bila terjadi di tempat umum, apalagi bila anak sampai menangis, menjerit, dan melempar barang… Nah, kita cari yuk Mom, apa sih penyebabnya?

👶

Aku Frustrasi – ini karena si kecil belum bisa melakukan sesuatu, lalu muncul rasa frustrasi yang dikeluarkan dengan emosi yang berlebih…

👶

Aku Mau Barang Itu – si kecil pasti sudah punya keinginan untuk memiliki mainan yg ia sukai…

👶

Aku Tidak Mau Melakukan Itu – si kecil sudah tahu apa yg dia mau dan tidak mau, suka dan tidak suka…

👶

Perhatikan Aku – adalah bentuk “protes” anak kepada orangtua, sebenarnya emosi tersebut hanya karena anak ingin diperhatikan oleh orangtuanya…

Anak memang sedang mencoba belajar mengenali dan mengendalikan emosinya. Kadang berhasil kadang juga tidak. Alhasil, tak jarang mereka lepas kendali tak kenal tempat dan tak kenal waktu. Kalau sudah tau penyebabnya, lalu harus bagaimana ya kita sebagai orang tua menyikapi hal tersebut?

Simak pemaparan resume kuliah online parenting ini di postingan-postingan kategori “Parenting bersama Fairuz” selanjutnya.

*Materi “Tantrum Pada Anak, Apa Solusinya?” pernah disampaikan oleh Alvika Hening Perwita, M.I.Kom di acara komunitas parenting online pada Bulan November 2018.

*Alvika Hening Perwita, M.I.Kom adalah seorang family education enthusiast dan pemilik online edu store di Instagram @fairuzedustore.

Mengurus Certificate of Eligibility (CoE) Japan

Hallo. Ini pengalaman saya sebagai dependent di Jepang, istri seorang dosen yang sedang studi lanjut. Bagaimana bisa saya dan anak-anak ikut tinggal di Jepang bersama suami? Semua berawal dari mengurus CoE atau semacam surat ijin tinggal. Orang yang akan tinggal di Jepang dalam kurun waktu lama (lebih dari 90 hari) harus menyiapkan CoE ini sebelum nanti akhirnya mendapatkan resident card atau semacam KTP Jepang.

Kurang lebih satu bulan setelah suami “settle” di Jepang, CoE ini mulai diurus di kantor imigrasi terdekat dengan tempat tinggal suami. Tentu mengurus hal demikian memerlukan dokumen yang perlu disiapkan. Apa saja itu? Pasport, Buku Nikah, Kartu Keluarga, Akte Kelahiran anak-anak, Ijazah, Transkip Nilai, Sumber Penghasilan. Intinya adalah dokumen-dokumen yang menunjukkan bahwa kita adalah orang yang bisa dipercaya dan layak tinggal di Jepang. Untuk ijazah dan transkip nilai itu saya sendiri yang usul ke suami supaya disertakan. Semua dokumen harus sudah ditranslate dalam bahasa Jepang.

Tidak lama untuk menunggu CoE ini jadi. Sekitar satu bulan CoE ready dikirim ke alamat suami di Jepang. Seperti apa sekilas penampakan CoE itu?

certificate of eligibility
www.fairuz.id

Nah, CoE yang sudah ready, bisa dipergunakan untuk mengurus VISA di kedutaan Jepang di Jakarta. Setelah VISA sudah di tangan, maka akan diganti dengan resident card saat kita sudah tiba di imigrasi bandara Jepang. Mendapat resident card ini artinya kita mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan warga Jepang. Ada kelebihan juga saat kita sudah memegang CoE ini, mengurus VISA dan proses checking di imigrasi bandara Jepang menjadi lebih mudah dan cepat karena kita sudah “dipercaya”.

Bagaimana, mudah kan mengurus CoE ini? Tidak ada yang perlu ditakutkan dan dikhawatirkan. Semua hanya perlu dijalani dengan sabar.

Resep Olahan Ayam

honey butter chicken
www.fairuz.id
Hallo Mom. Ada olahan ayam yang simpel dibuat 
juga tidak perlu waktu lama nih. Sebut saja
Ayam Saus Mentega Madu atau honey butter chicken.
Resep diadaptasi dari @yoanitasavit.
Recook by www.fairuz.id

Bahan Ayam :
250gram dada ayam fillet, potong dadu kecil,
lalu bumbui dengan 1 sdm air jeruk lemon
dan garam secukupnya. Sisihkan di kulkas.
3 siung bawang putih cincang halus
1/2 bawang bombay iris memanjang

Bahan pelapis ayam :
5 sdm tepung terigu
1 sdm tepung maizena
(aduk rata)

Bahan saus :
2 sdm kecap manis
2 sdm madu
1 sdm saus tiram
1 sdm kecap inggris
1/2 sdm kecap asin

Cara membuat :
1. Campur ayam dengan tepung lalu goreng ayam
di minyak panas dan api sedang hingga kuning kecoklatan.
Sisihkan.
2. Tumis bawang putih dan bombay dengan butter
hingga harum, masukkan semua bahan saus, aduk hingga rata.
Masukkan ayam, aduk cepat hingga rata. Matikan api. Sajikan.

Selamat mencoba Mom. Semoga disuka keluarga tercinta.